Apa itu SEO? Inilah Cara Menggunakannya

SEO (Search Engine Optimization) adalah teknik optimasi yang diterapkan pada sebuah website untuk mendatangkan traffic dari mesin pencari – khususnya Google.

Semakin baik performa SEO website dan konten Anda, semakin tinggi pula posisinya di halaman mesin pencarian atau SERP (Search Engine Results Pages).

Setiap kali seseorang mengetikkan kata kunci di mesin pencarian, algoritma mesin tersebut akan mencarikan konten yang terbaik menurut mereka dan disajikan dalam bentuk peringkat.

Baca Juga : Buat website anda dan dapatkan Komisi Besar Sampai 70%!

Untuk dapat dinilai baik, beberapa faktor utama yang harus diperhatikan adalah kecepatan website, struktur konten pada website, dan kuantitas  serta kualitas tautan (backlink) dari website lain.

#1. SEO dan Search Intent

SEO memang erat kaitannya dengan kata kunci yang diketikkan pada mesin pencari (query). Namun, tidak semua query ini memiliki tujuan yang sama. Beberapa search intent yang kita perlu tau adalah:

1. Informational

Orang dengan search intent ini bertujuan untuk mencari informasi atas sesuatu. Kata kunci yang biasanya diketikkan adalah:

  • Indonesia
  • Apa itu asimilasi
  • Cara memasak rendang sapi
  • Mengapa bumi itu bulat

2. Navigational

Tujuan utama dari search intent ini adalah untuk menuju ke website tertentu yang sudah diketahui. Pencari lebih memilih memasukkan kata kunci di Google dibanding mengetik langsung di address bar, baik karena tidak tau/lupa atau alasan kepraktisan. Contohnya:

  • Facebook login
  • Gmail signup
  • Tokopedia
  • Beli domain Niagahoster

3. Transactional

Search intent ini mengindikasikan niat untuk membeli sesuatu. Pencari biasanya mengetikkan ini untuk mencari rekomendasi atas barang yang ingin mereka beli. Beberapa contoh yang umum adalah:

  • Beli hosting Indonesia
  • Toko jual Samsung Galaxy S10
  • Jasa fotografi murah Jakarta

4. Commercial

Bisa dibilang, search intent ini adalah satu tingkat di bawah tipe transactional. Pencari belum memiliki keinginan membeli, namun masih mencari referensi dan perbandingan terkait produk yang menjadi perhatian. Misalnya:

  • HP 2 jutaan terbaik
  • Shopify vs. WooCommerce
  • Ulasan IPhone 11
  • Restoran terbaik di Malang

#2. Jenis-jenis SEO

Sebelumnya, perlu dipahami bahwa SEO tidak sama dengan SEM (Search Engine Marketing).

SEM merujuk ke strategi untuk mendapat traffic dan sales melalui mesin pencari, baik secara organik (SEO) atau berbayar (iklan).

Bisa dibilang, SEO adalah bagian dari SEM.  Untuk SEO sendiri, terdapat tiga jenis umum, yaitu.

1. On-page SEO

Teknik SEO ini menitikberatkan pada kualitas konten pada website Anda. Hal ini termasuk penggunaan kata kunci tertarget dan merata, aset visual yang teroptimasi, dan struktur tulisan yang SEO-friendly.

Utamanya, pada bagian ini Anda juga akan menentukan jenis search intent mana yang perlu Anda targetkan.

Teknik-teknik Mengoptimasi On-page SEO

1. Optimasi File Foto
– Alt Text

Pada dasarnya, Alternative Text memiliki dua manfaat dasar. Jika Anda memiliki koneksi internet yang lambat, terkadang aset gambar Anda tidak bisa dimunculkan – hanya ikon pigura rusak dan alt text.

Kehadiran teks di sini berfungsi untuk menjelaskan konteks dari gambar yang hilang.Selain itu, jika pengunjung Anda menggunakan screen readers – penyandang tuna netra misalnya –, alt text pada gambar Anda akan turut terbaca.

Terlebih, alt text adalah salah satu faktor SEO penting – makin menegaskan bahwa alt text harus selalu ada pada aset gambar Anda.Bagaimana penulisan alt text yang ideal?

Ingat, alt text harus bisa memberi konteks utuh. Sehingga, teks harus sebaik mungkin menjelaskan gambar yang ditampilkan.

MIsal, perhatikan gambar berikut:

Jika saya menuliskan “seekor anak kucing”, maka konteks gambar tersebut belum tersampaikan dengan baik. Alt text yang lebih ideal adalah “Seekor anak kucing menyentuh tanaman yang tumbuh di pelataran berubin”.

– Title

Seperti halnya alt text, title juga berpengaruh untuk SEO. Cukup beri nama yang sesuai dengan konteks gambar dan memudahkan Anda untuk mengorganisir file nantinya.

Jika anda memiliki kata kunci tertentu, Anda bisa memasukkannya ke aset gambar Anda.

Hanya saja, tetap pastikan konteksnya masih sesuai dan lakukan ini hanya ke satu atau dua gambar saja.

Hal lain yang penting untuk SEO adalah penggunaan huruf kecil dan dash.

Sebagai contoh, perhatikan gambar berikut:

Berdasar pertimbangan-pertimbangan di atas, judul yang ideal adalah dua-anak-bermain-bola.

– Caption

Jika Anda merasa gambar Anda kurang menjelaskan konteks yang ingin disampaikan, Anda bisa menambahkan caption.

Berbeda dengan alt text yang hanya akan terlihat/terbaca pada situasi tertentu, caption akan selalu tampak di bawah gambar Anda.

Contoh:

– Description

Untuk memahami hal ini, kita perlu mengetahui bagaimana WordPress mengorganisasi aset gambar.

Sebetulnya, tiap kali ada gambar, file audio, atau dokumen yang diunggah, WordPress akan menempatkannya pada attachment page. Description adalah teks yang bisa kita lihat pada halaman tersebut.

Tidak ada batasan karakter untuk pengisiannya, bahkan Anda bisa menggunakan format HTML.

Untuk mengarahkan suatu gambar ke attachment page, pilih isian Link To: Attachment Page pada image editor. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua tema memiliki attachment page.

2. Off-page SEO

Berbeda dengan on-page SEO yang semua optimasinya dilakukan di website Anda, teknik off-page SEO menitikberatkan pada backlink, alias berapa banyak website lain yang mencantumkan konten Anda pada konten mereka.

Semakin baik performa website tersebut, semakin baik pula kualitas backlink yang Anda terima.

Teknik-teknik Mengoptimasi Off-page SEO

Seperti disinggung di bagian awal, off-page SEO berkaitan dengan tautan yang kita dapat dari website lain (backlink).

Google menganggap bahwa jika konten kita banyak dicantumkan di website lain, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa konten kita berkualitas – seakan orang lain merekomendasikan konten kita pada audiens mereka.

Praktik mengumpulkan backlink ini disebut dengan link-building. Namun, sebelum membahas beberapa metode link building yang umum, pastikan Anda memahami istilah-istilah berikut:

  • Anchor text
    Teks yang ditautkan ke sebuah halaman tertentu di suatu website. MIsal, link ini akan membawa Anda ke halaman utama Arwing.id. Kata “link ini” adalah bagian yang disebut dengan anchor text.
  • Internal link
    Ini adalah link yang diarahkan ke konten lain yang juga ada di Website Anda. MIsal, Anda membuat konten blog tentang tips fashion saat Ramadhan. Di salah satu paragraf, Anda membubuhi link yang diarahkan ke tips fashion saat musim hujan.
  • External link (outbound link)
    Berbeda dengan internal link yang mengarahkan ke konten di website Anda, external link lebih diarahkan ke konten di website lain.
  • Backlink (inbound link)
    Hal ini berarti ada website lain yang menautkan konten kita di bagian konten mereka. Sederhananya, Anda menerima link dari website lain. Jenis inilah yang menjadi fokus utama off-page SEO.

3. Technical SEO

Technical SEO merujuk pada optimasi yang juga dilakukan di website Anda, namun lebih untuk performa website secara umum, bukan performa konten seperti pada on-page – karena sedikit kesamaan di atas, teknik ini kadang dimasukkan ke kategori on-page.

Hal ini termasuk kecepatan website, mobile-friendly design, dan struktur permalink.

Berikut yang harus anda ketahui adalah Metode Link Building.

Berikut 3 Metode Link Building Pemula

Perlu diingat bahwa, tidak seperti on-page SEO, kita memiliki sedikit kontrol atas teknik SEO off-page karena keputusan pemberian link ada di tangan pemilik website terkait. Berikut adalah tiga cara untuk memulai proses link-building Anda:

1. Link outreach

Sederhana saja, Anda menghubungi pemilik website yang Anda targetkan agar mereka mau memberikan backlink.

Alih-alih hanya meminta bantuan, Anda bisa coba menawarkan sesuatu sebagai timbal balik, seperti mempublikasikan konten mereka di social media Anda atau membuat konten yang lebih baik dari backlink yang mereka berikan ke website lain.

Pastikan Anda melakukannya dengan sopan dan tidak memaksa.

2. Guest blogging/posting

Dalam hal ini, Anda mempublikasikan konten di website orang lain dan di konten tersebut Anda bisa menyisipkan link ke konten yang sedang dioptimasi.

Banyak blog dan website menerima konten tipe ini. Anda bisa mengetikkan di Google kata-kata seperti “[topik konten Anda] write for us”, “[topik konten Anda] guest posting”, dan semacamnya.

Anda juga bisa jadikan ini sebagai penawaran pada metode outreach, terutama pada website yang tidak mencantumkan bahwa mereka menerima guest posting.

3. Paid promotion

Anda bisa mengiklankan konten Anda menggunakan layanan iklan seperti Facebook dan Google.

Perlu ditegaskan bahwa tujuan metode ini adalah agar konten Anda dilihat banyak orang.

Dengan demikian, ada kemungkinan jika orang yang Anda target akan membawa backlink dari platform mereka.

Apapun metodenya, pastikan bahwa Anda menargetkan website yang relevan dengan topik konten Anda sendiri – tidak sebatas menghubungi segala macam website.

Konten yang Anda tawarkan untuk ditautkan bisa berupa blog post, infografis, halaman penawaran produk, dan sebagainya tergantung konteks yang sedang Anda upayakan.

Pastikan juga bahwa konten Anda harus berkualitas – menyediakan informasi dan atau solusi.

Pemilik website lain bisa jadi menolak bukan karena mereka tidak mau tapi karena mereka merasa konten Anda kurang baik.

Terlebih, bisa jadi orang lain dengan sendirinya memberi backlink karena merasa terbantu dengan konten Anda.

Selanjutnya yang harus anda ketahui adalah tentang Content Audit.

Mengenal Content Audit

Seperti namanya, content audit dimaksudkan untuk menilik ulang semua konten yang sudah kita punya dan memperbaiki isu yang muncul.

Hal ini dilakukan ketika Anda sudah memiliki banyak konten, bukan sepenuhnya di awal.

Sebelum mengembangkan konten, pastikan Google Analytics dan Google Search Console terpasang dengan baik.

Berikut adalah langkah-langkah sederhana melakukan content audit:

1. Buat Semua Daftar Konten yang Anda Miliki

Anda harus mengetahui semua konten website Anda. Cara paling mudah untuk melakukan ini adalah melalui Google Analytics. Dari dashboard, cukup pilih Behavior Site Content > All Pages.

2. Catat Hal-hal Penting

Terdapat banyak template untuk content audit seperti ini dan ini.

Namun, semua bisa berbeda tergantung kebutuhan masing-masing. Hal terpenting adalah Anda mengetahui hal apa yang ingin diukur dan mendokumentasikannya dengan rapi.

Beberapa hal umum untuk dicatat adalah volume traffic, jumlah backlinks, dan ranking.

Terkadang kita juga perlu mencatat komponen on-page seperti kata kunci, meta description, dan struktur headings sebagai pertimbangan optimasi lanjutan.

3. Tentukan Aksi untuk Tiap Konten

Inti utama dari content audit adalah menerapkan hal yang dibutuhkan ke setiap konten, berdasar temuan yang terkumpul. Beberapa aksi yang umumnya dilakukan adalah:

  • Update (mengubah struktur paragraf, mengganti kata kunci)
  • Rewrite (menulis ulang konten, baik seutuhnya atau sebagian)
  • Promote (mempromosikan konten ke kanal yang lebih luas)
  • Delete (menghapus konten dari website)

3 poin utama biasanya dilakukan jika konten masih menunjukan kemungkinan untuk meraih hasil yang lebih baik.

Sementara untuk poin terakhir, aksi ini cocok diterapkan pada konten yang tidak mendatangkan traffic berarti meski sudah dioptimasi, atau konten yang ingin Anda ganti dengan konten baru dari awal. Anda bisa menetapkan aksi lain sesuai dengan kebutuhan.

Content audit memang cukup menyita waktu. Namun, perannya cukup vital.

Tidak saja Anda dapat mengevaluasi hasil dari teknik optimasi yang sudah dilakukan, content audit juga penting untuk menjaga konten Anda agar tetap segar, mengingat algoritma mesin pencari bisa berubah sewaktu-waktu.

Itulah beberapa pengenalan dasar tentang seo dan cara mengoptimalkannya. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Salam Hangat Dari Saya Arwing.id dan salam sukses selalu.

Baca Juga : 9 Cara Mulai Bisnis Online dari Nol Untuk Pemula

 

Tinggalkan komentar